Surat terbuka untuk Bank Indonesia

Bitcoin dan mata uang virtual lainnya menimbulkan ancaman langsung terhadap status Dollar Amerika Serikat sebagai mata uang dunia. Rupiah dan mata uang yang digunakan negara-negara berkembang lainnya justru mendapatkan keuntungan paling besar dari munculnya mata uang alternatif.

Walaupun kebijakan yang mempengaruhi Dollar AS memiliki efek internasional, bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menerapkan kebijakan moneter yang ditujukan semata-mata hanya untuk keuntungan perekonomian Amerika Serikat. Kebijakan dari Bank Sentral AS khusus ditujukan untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan di AS semata. Efek samping nya bagi negara-negara lain biasanya tidak atau sedikit sekali dipertimbangkan dan keluhan dari negara lain seringkali diabaikan. Selama ekspansi moneter, ketika Bank Sentral AS memberikan perhatian terhadap pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat, mata uang negara-negara berkembang dengan cepat menguat akibat arus masuknya US Dollar. Bank sentral negara-negara berkembang ini mau tidak mau harus mengintervensi untuk mencegah efek penguatan mata uang mereka. Ketika Bank Sentral AS melihat ancaman inflasi di AS, mereka beralih dengan memberikan kebijakan yang ketat yang mengakibatkan keluarnya US Dollar dari negara-negara berkembang kembali ke AS secara tiba-tiba yang menyebabkan pelemahan mata uang negara-negara berkembang secara cepat dan meningkatkan ancaman inflasi di negara-negara berkembang. Akibatnya, para pembuat kebijakan di AS secara efektif mengekspor inflasi ke negara-negara berkembang.

Sifat bitcoin yang terdesentralisasi membuatnya menjadi kebal terhadap manipulasi yang mementingkan kepentingan negara yang satu dengan mengorbankan negara-negara yang lain. Mekanisme internal dari mata uang virtual adalah terbuka, transparan dan kebijakan diatur oleh prinsip-prinsip matematika, membuatnya menjadi kandidat yang cocok untuk memainkan peran menjadi mata uang dunia.

Manfaat mata uang virtual lebih dari sekadar melindungi Rupiah dari efek kebijakan ekonomi negara lain. Ekspor misalnya, akan mendapat manfaat dari penggunaan mata uang virtual. Semakin rendah penghalang yang ditawarkan oleh Bitcoin untuk menerima pembayaran internasional bagi perusahaan-perusahaan kecil akan berkontribusi pada ekspor. Diversifikasi ini membuat sektor ini makin kuat dan mengurangi ketergantungan pada ekspor tertentu.

Peningkatan pemasukan pajak merupakan bagian lain yang akan menguntungkan Indonesia cukup besar. Kebocoran penerimaan pajak dapat terjadi jika masyarakat melakukan transaksi secara tunai dalam porsi besar. Sementara Bitcoin tetap mempertahankan banyak karakteristik dari uang tunai dan justru lebih banyak menawarkan kemudahan daripada uang tunai. Peningkatan pemasukan pajak akan mempengaruhi peringkat kredit utang Indonesia yang mengakibatkan efek positif terhadap Rupiah.

Bagaimanapun, Bitcoin bukan tanpa rintangan dan tantangan. Dua hal yang perlu diperhatikan adalah volatilitas liar dan penggunaan Bitcoin sebagai sarana pencucian uang untuk kegiatan ilegal. Namun kedua tantangan ini dapat diatasi.

Mengenai masalah volatilitas, ini adalah salah satu sifat dari mata uang yang masih baru dengan likuiditas yang relatif rendah. Saat mata uang ini makin diterima masyarakat dan mata uang menjadi semakin matang diharapkan pergerakan harga yang liar akan lebih jarang terjadi.

Pertama, perlu disadari bahwa ada kesalahpahaman dewasa ini yaitu anggapan bahwa Bitcoin adalah mata uang anonim. Ini tidak benar karena semua transaksi Bitcoin tercatat dan dapat dilihat oleh publik. Hanya identitas transaksi yang tidak dapat dilihat akan tetapi tetap dapat diperoleh dengan sedikit upaya. Uang tunai akan terus menjadi media yang disukai untuk kegiatan kriminal karena lebih sulit untuk dilacak. Kedua , pencucian uang dapat dengan mudah dikontrol dengan memperluas hukum KYC (Know Your Customer = Ketahui Konsumen Anda)  dan hukum AML (Anti Money Laundering = Anti Pencucian Uang) untuk transaksi Bitcoin.

Para regulator harus menahan godaan untuk mengambil jalan pintas dengan melarang transaksi Bitcoin begitu saja, ini adalah jalan yang diambil oleh bank sentral Thailand yang mengakibatkan dampak negatif yang tidak diinginkan. Ini menghalangi bisnis yang legal untuk mendapatkan keuntungan lebih, mencegah inovasi lokal di ruang lingkup ini dan yang lebih buruk lagi akan mendorong perdagangan Bitcoin di pasar gelap yang mana akan lebih sulit diatur dan dikendalikan.

Jerman melihat prospek masa depan. Para regulator keuangan Jerman, dengan resmi mengkategorikan Bitcoin sebagai unit akuntansi, mereka mendapatkan lebih banyak pengaruh perkembangan Bitcoin di Jerman dan mendapatkan satu lagi sumber penerimaan pajak. Denmark mengikuti jejak yang diambil Jerman dalam mengatasi bitcoin.

Kami yakin bahwa Bank Indonesia terbekali dengan baik dan dapat mengatur aktivitas Bitcoin dengan benar di Indonesia dan memberikan pengaruh dalam perkembangannya . Saat ini keraguan-raguan di antara banyak regulator negara-negara lain merupakan kesempatan bagi Bank Indonesia untuk memberikan regulasi yang baik yang dapat terus menjaga Rupiah dan pada saat yang sama memberikan keuntungan lebih pada masyarakat Indonesia yang baru mengenal Bitcoin dibandingkan masyarakat negara lainnya yang mau tidak mau akan bergabung dengan lahan keuangan baru yang dibentuk oleh mata uang virtual ini.

 

Hormat Kami,

Denny Mukhtar, artaBit

Aditya Suseno, Bitcoin Indonesia

About

ArtaBit is Bitcoin first designed payment solution based on Bitcoin network in Indonesia.

Posted in bisnis, mekanisme pasar, politik, regulasi, sosial & gaya hidup, Teknologi
2 comments on “Surat terbuka untuk Bank Indonesia
  1. raiyan says:

    indonesia menurun.
    kalau ada artikel yang baru. please kabari saya yah? ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: