Pasca Penambangan Bitcoin-Mengalami Keruntuhan Atau Justru Tumbuh Berkelanjutan?

courtesy image : onsitepcsolution

courtesy image : onsitepcsolution

Michael Nielsen adalah seorang ilmuwan yang dihormati atas bakatnya dalam menjelaskan hal-hal teknis yang sulit dimengerti dan merupakan penulis buku teks komputasi kuantum. Bagi yang ingin memahami Bitcoin secara mendalam, wajib membaca sebuah esai teknis yang ia tulis, Nielsen menjelaskan bagaimana dan mengapa Bitcoin bekerja:

Untuk [blockchain] memiliki kesempatan berhasil, pengguna jaringan memerlukan insentif untuk membantu memvalidasi transaksi. Tanpa insentif seperti itu, mereka tidak punya alasan untuk mengeluarkan daya komputasi yang berharga, hanya untuk membantu memvalidasi transaksi orang lain. Dan jika pengguna jaringan tidak bersedia untuk mengeluarkannya, maka seluruh sistem tidak akan bekerja. Solusi untuk masalah tersebut yaitu dengan memberikan hadiah untuk orang-orang yang membantu memvalidasi transaksi tersebut. Secara khusus, misalkan kita menghargai siapa pun yang berhasil memvalidasi blok transaksi dengan mengkredit mereka dengan beberapa infocoins. Asalkan infocoin yang dimiliki cukup besar maka akan memberikan mereka insentif untuk berpartisipasi dalam validasi. Dalam protokol Bitcoin, proses validasi ini disebut penambangan. Untuk setiap blok transaksi yang divalidasi, penambang yang berhasil akan menerima hadiah bitcoin.

Saya pikir salah satu pelajaran yang paling penting dari sejarah singkat Bitcoin adalah bahwa orang-orang yang berada di jalan, “masyarakat awam” akan aktif berpartisipasi dalam mengubah dunia eksperimen jika mereka bisa melihat prospek yang kredibel tentang keuntungan finansial. Tentu saja, pelajaran ini bukan hal yang baru-memberikan penyelesaian di Dunia Baru dan Revolusi Industri yang mengubah dunia eksperimen, dan orang-orang berbondong-bondong untuk berpartisipasi secara massal karena mereka bisa melihat uang.

Nielsen menjelaskan, jika hal-hal tersebut terus berkembang sesuai dengan protokol Bitcoin saat ini, bitcoin yang terakhir akan ditambang pada tahun 2140. Apakah itu berarti bahwa orang akan berhenti menambang (mempertahankan jaringan Bitcoin) setelah 2140, dan sistem Bitcoin akan runtuh? Tidak, jelas Nielsen, karena para penambang masih akan dikompensasi dengan biaya transaksi:

“Jadi pada 2140 total pasokan Bitcoins akan berhenti untuk bertambah. Namun, itu tidak akan menghilangkan insentif yang ada untuk membantu validasi transaksi tersebut. Bitcoin juga memungkinkan untuk menyisihkan uang dalam transaksi sebagai biaya transaksi, untuk penambang yang membantu memvalidasi. Pada hari-hari awal biaya transaksi Bitcoin kebanyakan diatur kembali ke nol, tetapi Bitcoin kini telah mulai populer, biaya transaksi secara bertahap meningkat, dan sekarang insentif tambahan yang didapat cukup besar untuk 25 penambang blok bitcoin teratas. “

Hal tersebut masuk di akal, dengan syarat bahwa saat ini biaya transaksi sudah tidak “substansial.” Mungkin satu-satunya cara untuk menjaga penambang agar termotivasi adalah dengan secara bertahap meningkatkan biaya transaksi sampai menjadi benar-benar besar. Tapi itu akan menghilangkan salah satu keunggulan kompetitif utama Bitcoin – biaya transaksi yang rendah. Bitcoin adalah cara yang lebih baik untuk mentransfer daripada Western Union karena biaya transaksi yang jauh lebih rendah, dan itulah yang membujuk orang-orang untuk menggunakan Bitcoin bukan Western Union. Tetapi jika biaya intrinsik transaksi Bitcoin jauh lebih tinggi karena para penambang menerima biaya transaksi yang cukup besar, keuntungan keuangan kompetitif Bitcoin atas Western Union akan hilang.

Jika fase pasca penambangan ekonomi Bitcoin dimulai pada 2145, mungkin kita harus mengabaikannya, karena 2145 masih sangat jauh. Mengapa kita harus khawatir tentang hal yang akan terjadi pada pertengahan abad berikutnya?

Tapi itu hanya secara teoritis, akhir penambangan yang matematis. Saya lebih prihatin tentang praktis dimana berakhirnya penambangan yang terjadi ketika pertambangan tidak lagi cukup menguntungkan bagi sebagian besar pengguna Bitcoin. Dalam arti praktis ini, bukankah kita sudah dalam tahap pasca-tambang? Saya tidak menambang karena keuntungan kecil ( jika ada ) yang dihasilkan melalui penambangan saat ini sangat tidak sebanding dengan waktu dan usaha yang ada, dan saya kira sebagian besar pengguna Bitcoin akan setuju.

Tentu saja altcoin baru dapat diciptakan untuk membuat pertambangan (dari altcoin yang baru) menguntungkan lagi dan dengan demikian memberikan insentif kepada para penambang baru, namun para penambang baru akan mempertahankan blockchain baru, bukan blockchain Bitcoin.
Singkatnya, kekhawatiran saya adalah bahwa: 1) Pada fase pasca-tambang ekonomi Bitcoin tidak akan ada insentif yang cukup untuk mempertahankan blockchain Bitcoin, dan 2) Kami sudah dalam tahap pasca-tambang ekonomi Bitcoin untuk tujuan praktis. Oleh karena itu sistem Bitcoin bisa saja runtuh kapan saja saat ini.

Siapa yang Menjaga Jaringan tambang Bitcoin dan Mengapa?

Hal itu membuat banyak kontradiksi dengan posisi standar penggemar Bitcoin, tapi saya merasa bahwa masalah ini belum sepenuhnya dieksplorasi. Jadi saya mulai diskusi dengan Bitcointalk dan kelompok Facebook tentang “Bitcoin dan Internet Uang” untuk mengumpulkan keberatan dan poin permasalahnnya.

Salah satu keberatan adalah bahwa adanya antusiasme yang mempertahankan blockchain tidak untuk keuntungan finansial, tetapi untuk alasan ideologis.

Saya pikir keberatan tersebut lemah. Saya seorang penggemar yang menjalankan server Bitcoin node untuk berkontribusi menjaga blockchain tetap bekerja dan terbuka untuk public , tapi berapa banyak orang melakukan itu? Kami sebagai masyarakat memiliki catatan yang sangat buruk ketika harus mempertahankan keadaan tersebut. Sama halnya bagi saya bahwa Bitcoin tidak akan pernah diambil tanpa insentif moneter “secara massal”, dan pasti akan kecelakaan yang tak bisa dihindari jika ada insentif yang diambil.

Keberatan lain adalah bahwa setelah ekonomi Bitcoin menjadi besar, perkembangan akan menjadi lebih besar dari saat ini, penambang akan dapat menghasilkan uang nyata dengan biaya transaksi, bukan karena biaya transaksi individu yang lebih tinggi tetapi karena akan ada banyaknya transaksi. Dan menyebakan banyak hal yang harus dipikirkan, tapi kita harus mencapainya sebagai yang pertama, dan bagaimana kita mencapainya jika penambang sudah menyerah?

Tapi ada banyak keberatan terhadap kekhawatiran bahwa penambang akan menyerah. Mereka yang cukup uang untuk membuka peternakan ASIC, dan mereka yang tinggal di tempat dengan biaya listrik yang sangat rendah, masih bisa menghasilkan uang dari tambang. Itu benar, tapi saya merasa bahwa hanya sebagian kecil dari total orang-orang yang ada. Saya yakin, bahwa munculnya Bitcoin sebagian besar disebabkan jaringan besar pengguna “smalltime” yang menjalankan software Bitcoin secara maksimal dan menghasilkan uang, dan saya khawatir bahwa tidak ada lagi insentif bagi mereka.

Para komentator berkeberatan atas “fase pasca-tambang.” yang berlangsung saat ini. Memang, dan bahkan munculnya “pertambangan professional” ini telah diramalkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2010:

“Sistem saat ini adalah setiap pengguna simpul jaringan tidak terkonfigurasi untuk skala besar. Hal itu akan seperti setiap pengguna Usenet menjalankan Server NNTP mereka sendiri. Didesain agar pengguna hanya menjadi pengguna. Semakin besar beban untuk menjalankan sebuah node (simpul), semakin sedikit pula node yang ada. Beberapa node akan membentuk server peternakan yang besar. Sisanya hanya akan menjadi node klien yang melakukan transaksi dan tidak menghasilkan. “

Jadi, penambang hanya menjadi operator besar yang menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam peternakan pertambangan, berada di tempat dengan suhu rendah dan biaya listrik yang rendah, dan hanya mengharapkan adanya kecenderungan dari pertambangan profesional yang akan terus berlanjut. Tetapi jika hanya beberapa operator besar mempertahankan blockchain, maka stabilitas sistem Bitcoin akan terancam oleh 51% serangan.

Keberatan itu adalah bahwa banyak operator memiliki model bisnis yang sukses, reputasi dan investasi penting sebagai bagian dari ekonomi Bitcoin, bergantung pada stabilitas mereka untuk terus menghasilkan uang. Oleh karena itu, mereka akan dipaksa untuk melindungi 51% jaringan dari serangan dan ancaman lainnya. Kemungkinan yang menarik adalah bahwa pedagang, pertukaran dan bisnis lain dari Bitcoin dapat mengatur operasi pertambangan mereka sendiri, bahkan jika saat mengalami kerugian, demi melindungi stabilitas sistem Bitcoin.

Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam diskusi dan membantu untuk memperjelas masalah penting ini. Singkatnya, masyarakat telah menjawab pertanyaan saya di awal – “Siapa yang mempertahankan jaringan tambang Bitcoin dan mengapa?” – simpel saja: yaitu “penambang” dan “untuk biaya.”

 

Sumber : https://www.cryptocoinsnews.com/post-mining-bitcoin-collapse-sustainable-growth/

Translation: ArtaBit

About

ArtaBit is Bitcoin first designed payment solution based on Bitcoin network in Indonesia.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in ArtaBit service, berita, bisnis, Bitcoin Education, Teknologi, UKM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: