Apa yang Bitcoin bisa pelajari Dari perjalanan Mobile Money

courtesy image : coindesk

courtesy image : coindesk

Sarah Boone Martin adalah pendiri dari Rock the Coin, sebuah organisasi yang terlibat dalam awal mula sosialisasi mengenai bitcoin. Dia juga merupakan CEO dari Boone Martin, sebuah badan komunikasi yang berfokus pada dampak sosial dari investasi.

Banyak tantangan berat yang dihadapi bitcoin dewasa ini – adopsi, skala dan regulasi – yang merupakan cermin dari pendahulunya: mobile money.

Saat diluncurkan tahun 2007, mobile money merupakan hal asing dan mendapat banyak peringatan sebagaimana bitcoin. Hal ini menjadi sulit setelah tersebar ke 60 juta pengguna aktif, mobile money akhirnya tidak terlalu sukses. Akan tetapi, sekarang kita memiliki data selama tujuh tahun mengenai penghargaan serta kesalahan mobile money yang dapat kita pelajari dan gunakan untuk membuat pilihan berdasarkan tersebut dalam dunia bitcoin.

Pasar negara berkembang

Penelitian mobile money berfokus pada pasar negara berkembang, dimana penggunaanya lebih terkonsentrasi dan kebanyakan orang tidak memiliki rekening bank formal. Keuangan digital telah menjamur di wilayah tersebut karena kemudahan untuk menyelenggarakan jaringa seluler yang menopang infrasturuktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Kenya telah menjadi contoh kesempurnaan dari mobile money. Sejauh ini, lebih dari dua per tiga penduduk Kenya yang menggunakan M-Pesa.

Mengapa hal ini terjadi dan apa penyebab masalah ini berlarut-larut serta peluang untuk bitcoin?

Mengapa M-Pesa bekerja

Fenomena M-Pesa merupakan produk dari lingkungan peraturan yang unik. Sang pengembang layanan, Safaricom, mengerti bahwa berkerja sama dengan Bank Sentral Kenya merupakan point penting untuk keberhasilannya dan aktif terlibat menjadi regulator dari bagian strategi pasarnya.

Sejak tak ada lagi hal seperti mobile money sebelumnya, dan banyak pedoman yang tidak relevan, Safaricom membentuk AML/KYC dan pelindung konsumennya sendiri. Hal ini lalu dikoordinasikan dengan Bank Sental Kenya untuk mengamankan lisensi non-perbankan. Perjuangan awal tersebut akhirnya membuka jalur untuk kerja sama jangka panjang.

Tanzania mengadopsi pendekatan ‘test and learn’ serupa untuk mobile money dan kini telah memproses $1.8bn dalam transaksi setiap bulan. Sebaliknya, mobile money telah tertinggal di India and Nigeria, dimana keduanya terkenal dengan birokrasinya yang lebih kompleks. Kolaborasi berjalan disini.

Membuat sebuah fleksibilitas tetapi tetap menjaga ruang regulasi yang aman membuat perbedaan antara Kenya dan Tanzania. Kita telah melihat jenis perjanjian ini di US ( New York, CFTC ) dan seluruh dunia (UK, Australia, Canada). Melanjutkan koordinasi dengan kebijakan dan keterbukaan untuk berkerjasama memungkinkan membantu perkembangan yang lebih baik.

Seberapa lama hal ini menghasilkan uang?

Mobile network operators (MNOs) membuat keuntungan kecil dalam mobile money (0.5% total GSM revenue) selama dua tahun pertama. Hal ini didapat ketika operational memperluas penjualan produk baru dan mendukung jaringan agen yang dapat menghancurkan.

Dari tahun ke-3 dan ke-5, MNOs menghasilkan keuntungan sederhana sebesar  2–5% dari total pendapatan. Dalam poin ini, perusahaan memiliki cukup pengguna untuk memperbaiki pengeluaran dan dapat memulai promosi layanan berbasis dompet digital.

Setelah tahun ke-5, MNOs menghasilkan keuntungan bersih sebesar 15–20% total pendapatan. Saat itu, konsumen telah terbebas dari peer-to-peer transfers dan pengeluaran kas langsung serta mulai menggunakan banyak layanan yang menguntungkan, seperti pencairan gaji dan pembayaran tagihan.

Disini jelas bahwa mobile money merupakan permainan panjang dan sebagian bitcoin mulai menerima perlakuan ini juga. Catatan, bahwa data ini menggambarkan tren dalam sebuah industri dan belum tentu hasil prediksinya berlaku untuk yang lainnya.

Kenapa ‘KYC’ menentukan kesuksesan atau kegagalan

Penelitian menunjukkan bahwa MNOs sering salah menghitung konteks negara dan menaksir terlalu tinggi finansial serta produk keaksaraan. Konsumen mengeluhkan mengenai navigasi menu, yang dapat bergeser di handphone dan mungkin tertulis dalam bahasa formal, bukannya dalam bahasa sehari-hari.

Penelitian juga menemukan bahwa konsumen yang lupa PIN dan segera memberikan nomor atau kode sandi pada agen untuk mengambil uang mereka. Masalah teknologi seperti layar membeku , habis sesi waktu dan penolakan layanan juga merupakan masalah besar. Jika dikombinasikan, kesalahan tersebut tidak hanya membuat konsumen frustasi, tapi juga membawa pada ketidak percayaan sistem dan pengeluaran kas lebih banyak.

Untuk urusan bitcoin, mengetahui konsumen memiliki arti yang berbeda disini. Memahami apa yang konsumen inginkan dan bagaimana pelayanan akan menguntungkan kehidupan sehari-hari mereka sangat penting; demikian juga merintis produk sejak awal.

Konektivitas di pasar negara berkembang dapat ditemukan pada statistik mengenai penggunaan handphone yang juga dapat menimbulkan kesesatan. Sebagai contoh, wanita pada umumnya memiliki akses terhadap handphone yang kurang, tetapi mengendalikan keuangan keluarga dan membuat keputusan belanja. Menghadapi golongan ini berarti kehilangan manajer utama keuangan.

Keuntungan bitcoin adalah kesamaan besar dengan uang digital dan mobile banking saat ini. Akan tetapi, untuk meningkatkan melek financial, perusahaan perlu mengadopsi kebijakan baru, sebagaimana yang telah dikembangkan oleh the GSM Association. Mereka mengatur standar dasar untuk informasi dan edukasi konsumen.

Masalah terbesar

Perbincangan hangat termasuk interoperabilitas, digitalisasi, dan regulasi. MNOs umumnya merupakan sistem tertutup, tetapi operator memiliki masalah dalam penyekalaan dan tidak dapat melakukan lintas batas.

Indonesia merupakan skema interlink pertama dalam sebuah usaha untuk memperluas dasar keseluruhan konsumen dan promosi transaksi dalam jaringan.

Pengeluaran kas lebih mahal dan penelitian menunjukkan bahwa pembayaran elektronik lebih aman dan efisien. Meskipun hal tersebut menemukan bahwa diperlukannya dukungan tinggi untuk digitalisasi ekonomi, bagaimanapun juga, regulasi masih berjuang untuk mengimbangi sistem multipartai baru dan pengembang produk.

Interoperabilitas dan transfer international merupakan keuntungan langsung untuk bitcoin. Tetapi kita juga membagi masalah umum dengan regulator serta transisi bunga kemasyarakat pengguna uang tunai . Untuk meningkatkan upaya penjangkauan kami , kami bergabung dengan badan koalisi penelitian dan advokasi seperti The Better Than Cash Alliance dan GSMA, dimana mempertahankan hubungan yang produktif dengan pengambil keputusan utama.

Yang digarisbawahi

Penelitian menunjukkan bahwa ada permintaan yang jelas untuk pelayanan keuangan yang lebih cepat, murah dan lebih transparan.Tetapi perlu digarisbawahi juga bahwa produk tersebut harus mudah untuk digunakan dan dapat bekerja setiap saat.

Bitcoin memulai keuntungan dari waktu yang penuh harapan ketika pemimpin dunia asyik menentukan ide perbankan yang lebih baik dan solusi dasar teknologi. Inovasi yang sesungguhnya akan muncul dari mereka yang melihat secara keseluruhan dan membuat produk baru dari awal.

Sumber : http://www.coindesk.com/bitcoin-can-learn-mobile-moneys-journey/

Translation: ArtaBit

About

ArtaBit is Bitcoin first designed payment solution based on Bitcoin network in Indonesia.

Tagged with: , , , , , , , , , , ,
Posted in berita, bisnis, Bitcoin Education, Teknologi, UKM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: